Penggali Batu Bata Kembali Temukan Peninggalan Bersejarah

oleh m. irfan ilmie

Kediri, 9/9 – Penggali batu bata di Kabupaten Kediri, Jawa Timur secara tidak sengaja kembali menemukan beberapa benda peninggalan bersejarah.
Benda-benda yang diperkirakan peninggalan zaman Kerajaan Kadiri yang berkuasa pada 1042-1222 Masehi itu hingga Selasa (9/9) sore ini masih berserakan di areal persawahan Dusun Babadan, Desa Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Syai’in (47) dan dua orang temannya, Hasan (27) dan Suprapto (23) tak menyangka jika di dalam tanah yang digali untuk bahan batu bata di tanah kas Desa Sumber Cangkring itu terdapat benda peninggalan bersejarah.

“Seperti biasa, kami bertiga menggali tanah milik Pak Imam Syafi’i (Kaur Keuangan Desa Sumber Cangkring) untuk membuat batu bata,” kata Syai’in mengungkapkan awal penemuannya itu.
Pada saat menggali tanah di sebelah timur lapangan sepak bola Dusun Babadan itu, tiba-tiba cangkul Syai’in terkena batu cadas, Kamis (28/8) lalu. Dengan hati-hati ketiga kuli itu menggali tanah di sekitar batu cadas tadi.

Setelah diangkat dari kedalaman satu meter, ternyata batu tadi berupa fragmen gapura candi dengan relief berupa “Kala” sepanjang 48 sentimeter, tebal 35 sentimeter, dan lebar 45 sentimeter.

Dua hari kemudian ketiga orang itu tetap melanjutkan pekerjaannya membuat batu dengan menggali tanah yang berjarak sekitar dua meter sebelah selatan tempat ditemukan gapura candi.

Namun di kedalaman 1,45 meter, Syai’in dan kawan-kawan kembali menemukan benda aneh, Sabtu (30/8) lalu. Mereka pun menggalinya dengan hati-hati.

Saat diangkat dari dalam tanah, benda tersebut berupa arca Dwara Pala setinggi 98 sentimeter dengan ketebalan 76 sentimeter dan lebar 28 sentimeter.

Hari-hari berikutnya mereka kembali menjalankan aktivitasnya menggali tanah untuk bahan batu bata. “Setelah berselang beberapa hari, kami kembali menemukan benda aneh, Minggu (7/8),” katanya.

Benda yang ditemukan dalam galian sebelah timur arca Dwara Pala itu, bentuknya mirip kepala dewa setinggi 48 sentimeter dengan ketebalan 35 sentimeter dan lebar 45 sentimeter.

Sekitar satu meter di bawah kepala dewa tadi, Syai’in dan kawan-kawan juga menemukan sebuah arca Ganesha yang tingginya hanya 16 sentimeter, tebal 17 sentimeter, dan lebar 17 sentimeter.

Kemudian perangkat desa setempat melaporkan temuan tiga warga Dusun Babadan itu. Oleh petugas kepolisian, lokasi penemuan empat buah benda bersejarah itu mulai dipasangi garis polisi sejak Selasa pagi.

“Karena sudah ada garis polisi seperti ini, maka kami tidak diperkenankan lagi untuk melanjutkan pekerjaan membuat batu bata,” kata Syai’in.

Sementara itu Kasi Seni Budaya, Kantor Pariwisata dan Seni Budaya Kabupaten Kediri, Suradi mengatakan, pihaknya sudah melaporkan temuan warga di Dusun Babadan itu kepada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan.

“Besar kemungkinan, benda itu bagian dari cagar budaya. Namun semuanya masih harus diteliti lebih mendalam oleh pihak BP3,” katanya.

Lokasi penemuan empat benda di Dusun Babadan itu berjarak sekitar tujuh kilometer dari lokasi penemuan Benda Cagar Budaya (BCB) Situs Tondowongso di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah.

Pada tahun 2007 lalu, para penggali batu bata di Dusun Tondowongso itu menemukan 14 buah BCB peninggalan Abad ke-12 yang kini disimpan di Museum BP3 Trowulan.
Dari tujuh hektare lahan yang diperkirakan sebagai Situs Tondowongso, Pemkab Kediri baru bisa membebaskan lahan seluas satu hektare.
Sebelumnya tak jauh dari Dusun Babadan, seorang warga menemukan BCB di tebing Sungai Harinjing, Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah. Benda-benda bersejarah yang ditemukan warga Desa Sukorejo pada tahun 2004 lalu itu kini menjadi koleksi Museum Mpu Tantular, Surabaya.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s