BP3 Pastikan Temuan Warga Babadan Bangunan Candi

oleh M. Irfan Ilmie
Kediri – Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan memastikan beberapa pecahan batu yang ditemukan para penggali tanah batu bata di Dusun Babadan, Desa Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jatim merupakan bagian dari bangunan candi.
“Adanya relief bergambar Kala dan banyaknya batu bata kuno yang berserakan ini mengindikasikan di dalam tanah ini ada bangunan berbentuk candi,” kata Kepala Bp3 Trowulan, I Made Kusumajaya di lokasi penemuan benda cagar budaya di Dusun Babadan, Rabu.
Indikasi itu juga diperkuat dengan adanya sungai kecil, dua buah umpak (alas tiang rumah dari batu), dan batu besar di sekeliling situs tersebut.

Ia memperkirakan bentuk arsitektur candi di Dusun Babadan itu sama dengan candi-candi yang ada di Jawa Tengah yang dibangun pada masa transisi Kerajaan Mataram Hindu.

“Ini sesuai dengan Prasasti Empu Senduk yang menjelaskan, bahwa adanya perpindahan peradaban dari Jateng ke Jatim pada masa kerajaan dulu karena adanya wabah penyakit, bencana alam, dan serangan musuh,” kata Made menjelaskan.

Namun demikian, lanjut dia, bukan tidak mungkin dalam perkembangannya candi yang ada di Dusun Babadan itu kemudian berubah menjadi areal pemukiman masyarakat Jawa pada abad ke-12.

“Kemudian kalau melihat fragmen-fragmen yang ditemukan warga bisa disimpulkan, bangunan candi itu rusak akibat bencana alam,” katanya.
Sebelumnya tiga penggali tanah bahan batu bata di Dusun Babadan, Syai’in (47), Hasan (27), dan Suprapto (23) menemukan benda cagar budaya berupa relief Kala, fragmen arca Dwara Pala, fragmen kepala dewa, dan fragmen arca Ganesha.
Untuk selanjutnya, menurut Made, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Arkeologi Yogyakarta karena benda-benda yang ditemukan warga Dusun Babadan mirip dengan benda-benda yang ditemukan warga di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri pada 2007 lalu. Balai Arkeologi Yogyakarta sendiri sebelumnya telah melakukan penggalian tahap pertama Situs Tondowongso.
“Benda-benda di Dusun Babadan ini diperkirakan di buat pada zaman yang sama dengan benda-benda di Situs Tondowongso,” katanya.

Ia menambahkan, bukan hal yang aneh jika di Kecamatan Gurah banyak ditemukan benda-benda cagar budaya karena pada tahun 1956 seorang arkeolog pertama di Indonesia, Sukomono menyatakan, Gurah merupakan pusat Kerajaan Kadiri.

“Banyak sekali benda cagar budaya ditemukan, termasuk beberapa arca yang kini menjadi koleksi Museum Nasional di Jakarta yang bentuknya juga memiliki kemiripan dengan benda-benda yang ditemukan warga di Situs Tondowongso,” katanya.
Oleh sebab itu dia meminta, masyarakat memahami kondisi saat ini dengan tidak merusak dan memindahkan benda-benda cagar budaya yang telah banyak ditemukan warga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s