Ada Ava Di KLa Project

M Irfan Ilmie

Grup musik asal ibu kota KLa Project mengajak ratusan penggemarnya di Bali bernostalgia bersama di Krisna Auto Gallery Denpasar, Senin (5/3) malam.

Meskipun sehari sebelumnya tampil memukau di panggung Java Jazz di Jakarta, Katon Bagaskara (vokal), Lilo (gitar), dan Adi Adrian (keyboard) seakan tak kekurangan energi untuk menunjukkan performa terbaiknya di panggung musik khusus tamu undangan acara pembukaan Krisna Moda, Krisna Spa&Bridal, dan Krisna Auto Gallery itu.

Konser KLa diawali tiupan saksofon Arie Kurniawan. Lengkingan mendayu-dayu dari saksofon itu menjadi musik intro untuk lagu berjudul “Terpuruk Ku Di Sini”. Begitu tiupan saksofon terhenti, Katon pun tidak langsung memulainya dengan bait-bait puitis dalam tembang dari album KLa Project bertajuk “Ungu” yang dirilis pada 1994 itu.

“Kita berkumpul di sini untuk selalu menebar energi positif. Kita tidak akan ‘Terpuruk Ku Di Sini’ tanpa motivasi dan kerja keras Cok Aji (julukan Gusti Ngurah Anom, pendiri Krisna Group),” pesan Katon di sela-sela iringan gitar dan keyboard sebelum mulai membawakan lagu yang dalam album terbaru “Tribute To Kla” dibawakan oleh Ahmad Dhani itu.

Gesekan biola Ava turut menambah kesan melodius dalam lagu itu. Tak ayal, para tamu undangan di deretan terdepan yang didominasi perempuan berpakaian kebaya Bali meransek dan ingin mendekat ke panggung.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Penonton kembali dibuat bergoyang tatkala Lilo alias Romulo Radjadin memainkan gitarnya untuk intro lagu “Gerimis”. Gerimis yang malam itu membasahi sebagian besar wilayah Kota Denpasar seakan menambah kesan melankolis pada lagu yang dibawakan suami aktris Ira Wibowo itu.

Katon tidak sekadar bernyanyi. Namun mengajak penggemarnya untuk menuangkan harapan-harapannya melalui lagu “Menjemput Impian”. Dalam menyanyikan lagu itu, Katon mengajak Ayu Saraswati yang bertindak selaku MC dalam acara tersebut. Keduanya berjalan bergandengan tangan di atas “catwalk” untuk mendekati para penggemarnya yang duduk di deret tengah. “Catwalk” beralasakan kaca itu sebelumnya digunakan untuk peragaan busana dalam pembukaan Krisna Moda dan Krisna Spa&Bridal.

Satu tembang berjudul “Hidup Adalah Impian” yang diambil dari album terakhirnya “KLa Excellencia 2010” dibawakan Katon penuh penghayatan. Ava kembali unjuk kebolehan melalui gesekan biolanya untuk musik intro atas lagu berjudul “Semoga”.

Setelah mengaduk-aduk emosi penggemarnya melalui “Semoga” dengan nada-nada puitis dan melankolis, Katon kembali membuat penggemarnya berjingkrak oleh “Lagu Baru”. Dalam tembang dari album kedua yang dirilis pada 1990 itu terdapat sentuhan musik dangdut sehingga suasana malam itu kian semarak.

Katon kembali menghadirkan suasana romantis melalui lagunya berjudul “Tak Bisa Ke Lain Hati”. Penonton pun semuanya berdiri dan menyanyikan bersama-sama lagu yang diambil dari album bertajuk “Pasir Putih” yang diluncurkan pada 1993 itu.

Usai membawakan “Tak Bisa Ke Lain Hati”, seorang anggota keluarga Cok Aji meminta Katon menyanyikan lagu berjudul “Romansa”. “Ha? Gimana Adi dan Lilo?” kata Katon mendekati dua rekannya itu dalam merespons permintaan penggemar istimewanya. Ketiganya pun memenuhi permintaan tersebut dan menyanyikan lagu andalan dari album bertajuk “V” yang dirilis pada 1995 itu.

Lagu “Yogyakarta” pun menyusulnya setelah “Romansa” berakhir. Penggemarnya pun menirukan lagu KLa Project yang menjadi legenda sampai saat ini. Suara Katon pun tenggelam oleh koor penggemarnya yang turut meneriakkan “refrain” lagu “Yogyakarta”.

“Tentang Kita” menjadi lagu penutup konser tersebut. Para penggemarnya seakan terbius oleh lantunan lagu yang mengantarkan KLa Project ke pentas hiburan nasional pada 1988.

Usai menyanyikan lagu itu, para penggemar masih belum beranjak dari tempat duduknya. Mereka berteriak, “Lagi…lagi…lagi!” “Sudah malam, waktunya sudah habis,” sahut Lilo yang juga menjadi “backing vokal” dalam konser tersebut.

Selain Ava dan Arie, KLa Project juga diperkuat oleh Henry (bas) dan Harry Goro (drum). Konser itu mengobati kekecewaan penggemarnya pada 1999 saat KLa hendak manggung di Art Center, Denpasar.

“Saat itu, kami tidak mengira akan terjadi hujan deras sehingga semua peralatan kami basah sebelum pertunjukan dimulai,” kata Katon mengenang peristiwa 13 tahun silam yang lokasinya tak jauh dari tempatnya manggung pada Senin malam itu.*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s