Semburat Bianglala di Langit Nusa Penida

Oleh M. Irfan Ilmie

Nusa Lembongan yang biasanya tenang, tiba-tiba hiruk-pikuk oleh kesibukan beberapa pria berpakaian adat madya, pakaian tradisional masyarakat Bali yang biasa dikenakan untuk upacara di balai banjar. Mereka menurunkan kotak-kotak aluminium dari bak pikap butut di halaman balai banjar. Sebagian yang lain menata meja hingga memanjang bagaikan lapak pindang, sedangkan yang lainnya memasang tali rafia. Seorang polisi berseragam lengkap memberikan pengarahan. “Ditali saja biar tidak sembarang orang masuk,” kata polisi berpangkat bintara memberikan komando.

Satu-persatu warga Nusa Lembongan mendatangi tempat pemungutan suara yang berada di Balai Banjar Kelod, Desa Jungut Batu, sebuah desa di gugusan Kepulauan Nusa Penida yang berhasil mendulang gemerincing dolar dari sektor pariwisata dan ekspor rumput laut.

Kursi-kursi plastik warna-warni yang disediakan kelompok penyelenggara pemugutan suara (KPPS) sangat terbatas sehingga sebagian warga berdiri di bawah terik matahari di halaman balai banjar. Sebagian lainnya duduk-duduk di jalan desa menuju hutan bakau.

Beberapa turis menghentikan laju motornya untuk sekadar membunuh penasarannya atas kerumunan orang di balai banjar itu. “Wow..! General election. Good, good,” komentar seorang bule sambil bergegas lagi menuju motor sewaannya yang diparkir di pinggir jalan.

Pukul 12.30 Wita selepas istirahat, petugas KPPS mengumumkan sisa waktu pencoblosan melalui pelantang. Beberapa warga berdatangan untuk menuntaskan hak politiknya di bilik-bilik suara. Tepat pukul 13.00 Wita, pencoblosan ditutup. Petugas KPPS mulai melakukan persiapan penghitungan suara, termasuk para saksi partai politik yang gurat wajahnya sudah mulai menegang.
Konfigurasi Pelangi

Hari mulai gelap. Kotak-kotak suara sudah mulai dihantarkan ke kantor desa. Hingga larut malam, petugas KPPS berdatangan ke kantor desa. “Rekapitulasi baru bisa dilakukan esok karena sampai malam ini belum semua C1 (berita acara di TPS) disetor,” kata Nyoman Sudana selaku Ketua Penitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Lembongan, Rabu (9/4) malam.

Hingga esok harinya, masyarakat Nusa Lembongan masih menunggu hasil perolehan suara. Dua kantor desa di Nusa Lembongan dijaga aparat. Namun sampai malam hari tetap saja hasilnya nihil. Sampai pada akhirnya Panitia Pemilu Kecamatan Nusa Penida yang membawahi Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan mengumumkan perolehan suara parpol dan caleg, Jumat (11/4) malam.

Hasilnya, sungguh mencengangkan. Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Demokrat, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berbagi suara untuk calon DPRD Kabupaten Klungkung, DPRD Provinsi Bali, dan DPR di Nusa Penida. Partai Gerindra meraih 11.531 suara untuk DPRD Kabupaten Klungkung sekaligus mengalahkan dua rivalnya, yakni PDIP (8.944) dan Partai Hati Nurani Rakyat (4.261). Partai Demokrat dan Partai Golkar harus puas di tempat keempat dan kelima, masing-masing dengan 3.972 dan 3.008 suara di pulau yang berada di sebelah tenggara daratan Bali itu.

Untuk DPRD Provinsi Bali, Partai Demokrat memperoleh 10.906 suara, sedangkan Gerindra dan PDIP, masing-masing memperoleh 8.038 dan 6.722 suara. PDIP memenangi perebutan kursi DPR dengan raihan 9.341 suara. Disusul Gerindra dengan perolehan 8.258 suara dan Demokrat hanya 4.258. “Secara objektif, kami melihat masyarakat Nusa Penida sudah mulai cerdas dalam menentukan pilihan,” kata Ketua PPK Nusa Penida, Nyoman Suarta, mengomentari hasil Pemilu 2014 bagaikan konfigurasi pelangi itu.

Ia mempersilakan masyarakat berspekulasi tentang hasil Pemilu 2014 di Nusa Penida karena memang terkesan ada pengaturan. Kesan itu sah-sah saja karena memang Bupati Klungkung Nyoman Suwirta yang berasal dari Nusa Lembongan diusung oleh Partai Gerindra saat pilkada pada bulan November 2013 berpasangan dengan Made Kasta sehingga partai yang didirikan mantan Komandan Jenderal Kopassus Prabowo Subianto keluar sebagai pemenang.

Untuk kemenangan Partai Demokrat pada pemilihan anggota DPRD Provinsi Bali dikait-kaitkan dengan sosok Gubernur Made Mangku Pastika yang duduk di jajaran pengurus partai bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Lalu kemenangan PDIP di DPR juga tidak terlepas dari sosok kharimatis Megawati Soekarnoputri yang masih punya titisan darah dari Bali. “Silakan saja orang berpikir begitu, yang penting pemilu kali ini berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Apalagi tingkat partisipasinya jauh lebih tinggi, sekalipun dibandingkan dengan pilkada,” ujar Nyoman Suarta.

Jumlah masyarakat Nusa Penida yang masuk DPT Pemilu 2014 tercatat 41.279 jiwa dengan tingkat kehadiran ke tempat pemungutan suara, Rabu (9/4), sebanyak 35.858 orang. Dari jumlah masyarakat yang hadir ke TPS, sebanyak 35.036 mencoblos surat suara untuk calon anggota DPRD Kabupaten Klungkung dengan benar atau sah dan hanya 822 suara tidak sah. “Dengan demikian maka tingkat partisipasi politik di Nusa Penida mencapai 84,87 persen. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dua pilkada dan pemilu-pemilu sebelumnya,” ujarnya.

Dengan tingkat kehadiran yang sama, untuk suara sah calon anggota DPRD Provinsi Bali lebih rendah, yakni hanya 32.210 dan tidak sah 3.335. Demikian pula dengan pemilihan calon anggota DPR yang hanya 27.798 suara sah dan 5.379 suara tidak sah, sedangkan surat suara sah untuk calon DPD tercatat hanya 26.398 dan tidak sah sebanyak 6.583. “Kalau untuk caleg DPRD Kabupaten Klungkung tingkat partisipasinya tinggi karena masyarakat Nusa Penida lebih mengenal figurnya. Berbeda dengan DPRD Bali dan DPR serta DPD,” kata Nyoman Suarta.

Ia mendambakan tingginya partisipasi politik masyarakat itu berbanding lurus dengan kerja keras figur politikus dalam memperjuangkan pembangunan di Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan. Figur yang terpilih nanti sudah pasti dihadapkan pada persoalan hajat hidup orang banyak, seperti kerusakan jalan yang tak pernah ada perbaikan selama lima tahun terakhir, krisis air bersih, dan terbatasnya energi. “Bupati Klungkung berasal dari pulau ini. Masyarakat juga sudah berpartisipasi penuh dalam menyukseskan pemilu. Jangan sampai anggota legislatif lupa dengan janji-janjinya membangun pulau ini lebih maju lagi,” kata Kepala Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan, Gede Suryawan, mengingatkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s