Bahas Kata

Kata “TUKAS”

Kita sering menjumpai kata “TUKAS” di beberapa karya tulis jurnalistik. Tapi apa sih sesungguhnya arti kata “TUKAS” itu?

Menurut Om Umbu (Ombudsmen Kantor Berita ANTARA), orang seringkali menggunakan kata TUKAS tidak pada tempatnya.

Padahal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI dengan jelas menerangkan bahwa TUKAS,
atau MENUKAS adalah mendakwa (menuduh) dengan alasan yang tidak cukup atau
asal menuduh saja.

Coba perhatikan kalimat langsung dalam berita di bawah ini:
“Kalau paket Rancangan Undang-Undang (RUU) baru selesai Januari 2008, itu
masih tetap normal, tidak mengganggu tahapan pemilu,” TUKAS Andi Yuliani
Paris.

Kalimat dalam kutipan langsung di atas dimulai dengan kata KALAU. Itu
berarti bahwa kalimat itu adalah sebuah pengandaian. Jadi jelas sekali
kalimat itu bukan menuduh atau tuduhan. Dengan kata lain, Andi Yuliani
tidak menuduh siapa-siapa dengan alasan yang tidak cukup.

Penggunaan kata yang tidak tepat seperti ini dapat membuat kuping orang
yang bernalar pastilah gatal karena dia bingung atau tidak mengerti.

Dewasa ini bahasa Indonesia memang makin sering digunakan secara
sembarangan, dan celakanya, jika di-Inggris-kan tentu akan membuat mata
orang asing terbelalak karena tidak mengerti atau bingung.

Kalimat Indonesia (yang banyak salahnya) biasanya diterjemahkan lurus-lurus saja
menurut versi Indonesia. Persis seperti Tukul Arwana berbahasa Inggris di
acara Empat Mata.

“Jam terbang” diterjemahkan menjadi “fly watch”. Di dalam istilah
sepakbola, “main kayu” (maksudnya main keras, atau kasar) diterjemahkan
menjadi “playwood”.

Negeri ini memang mempunyai kebiasaan berbahasa paling membingungkan di
dunia. Pada tanggal 6 Juli 2007 lalu Presiden SBY mengutip pernyataan mantan
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Collin Powell, yang mengatakan
“Indonesia is the most misunderstood country in the world”.
Hehehe…mungkin yang dimaksudkannya, negara yang paling tidak bisa
dimengerti di dunia.

Tetapi soal MENUKAS….. Indonesia juga jagonya.

One thought on “Bahas Kata

  1. saya tertarik komentar Menlu AS Collin Powell, rasanya sekali waktu dia perlu diminta memimpin Kediri (bukan Indonesia), nanti dia akan paham Indonesia itu kayak apa ? apa dia bisa memimpin negara dg mayoritas tidak lulus SD dan buta aksara ? apa dia bisa memimpin negara yg selalu “diganggu” AS, terutama aspek ekonomi ? kalau dia bisa, saya beri dia gelar profesor, tapi kalau hanya menlu AS, ya gelar dia cuma lulus TK 10 tahun !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s